Tagihan Luar Negeri dalam Kepailitan di Indonesia

7/20/20262 min read

Petition to File For Bankruptcy
Petition to File For Bankruptcy

Question:

How do I register an overseas claim in a suspension of debt payment or bankruptcy proceeding in Indonesia?

Brief Answer:

Registration of claim can be submitted to the receiver in bankruptcy proceeding and to the administrator in suspension of debt payment proceeding referring to the provisions of Law No. 37 of 2024 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations.

Answer Review:

Registration of overseas claim in bankruptcy proceedings can be submitted to the receiver under Article 115 of Law No. 37 Year 2024 on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations (‘UUK-PKPU’). In the process of Suspension of Debt Payment Obligation (‘PKPU’), claims are submitted to the administrator under Article 270 of the UUK-PKPU. The submission of such claim must follow the applicable provisions in UUK-PKPU.

Pursuant to Article 133 of UUK-PKPU in bankruptcy proceedings and Article 278 of UUK-PKPU in PKPU proceedings, claims from overseas are not bound by a predetermined collection period. If you wish to appoint a lawyer in Indonesia, please refer to the article Power of Attorney from a Foreign Citizen to an Advocate in Indonesia, although according to Article 87 UUK-PKPU the creditor's proxy in bankruptcy and PKPU proceedings does not have to be an advocate.

Pertanyaan:

Bagaimana cara mendaftarkan tagihan dari luar negeri dalam proses kepailitan ataupun penundaan kewajiban pembayaran utang di Indonesia?

Jawaban Singkat:

Pendaftaran tagihan dapat diajukan ke kurator dalam proses kepailitan dan pengurus dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang mengacu pada ketentuan Undang-undang No. 37 Tahun 2024 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Ulasan Jawaban:

Pendaftaran tagihan dari luar negeri dalam proses kepailitan dapat diajukan kepada Kurator berdasarkan Pasal 115 Undang-undang No. 37 Tahun 2024 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“UUK-PKPU”). Dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”) tagihan diajukan kepada Pengurus berdasarkan Pasal 270 UUK-PKPU. Pengajuan tagihan tersebut harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam UUK-PKPU.

Berdasarkan Pasal 133 UUK-PKPU dalam proses kepailitan dan Pasal 278 UUK-PKPU dalam proses PKPU, terhadap tagihan dari luar wilayah Indonesia tidak terikat dengan jangka waktu penagihan yang telah ditentukan. Apabila anda hendak menunjuk kuasa di Indonesia dapat mengacu pada artikel Surat Kuasa Warga Negara Asing kepada Advokat di Indonesia, meskipun sesuai Pasal 87 UUK-PKPU kuasa kreditor dalam proses kepailitan dan PKPU tidak harus advokat.